<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Future Is Today &#187; alam</title>
	<atom:link href="http://fauzie.web.id/index.php/author/alam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fauzie.web.id</link>
	<description>Nyumput Buni Dinu Ca&#039;ang, Nya&#039;angan Dinu Poek..</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Jul 2009 19:19:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>S&#8217;mua berawal dari TUHAN..</title>
		<link>http://fauzie.web.id/index.php/2009/07/10/smua-berawal-dari-tuhan/</link>
		<comments>http://fauzie.web.id/index.php/2009/07/10/smua-berawal-dari-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 19:19:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journal]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzie.web.id/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Dear Rekans, aku ingin mencoba mengajakmu menelaah sisi lain dari indahny dunia ini.. Saat sedih merambah jiwamu. Saat sakit menyesaki dadamu. Atau saat bahagia cairkan sesungging senyummu. Sadarkah itu dari TUHAN? Rekans, ketahuilah, hitam-putihnya dunia ini adalah dari TUHAN. Gelapnya malam dan terangnya siang. Cowo-cewe. Semua berawal dari TUHAN. Karenanya selalulah berucap syukur pada TUHAN. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Rekans,<br />
aku ingin mencoba mengajakmu menelaah sisi lain dari indahny dunia ini..</p>
<p>Saat sedih merambah jiwamu. Saat sakit menyesaki dadamu.<br />
Atau saat bahagia cairkan sesungging senyummu.<br />
Sadarkah itu dari TUHAN?</p>
<p>Rekans, ketahuilah, hitam-putihnya dunia ini adalah dari TUHAN. Gelapnya malam dan terangnya siang. Cowo-cewe. Semua berawal dari TUHAN.</p>
<p>Karenanya selalulah berucap syukur pada TUHAN. Yg karena keKuasaan-Ny, mampu teteskan air mata saat haru bahagia menyeruak pada jiwa qt. Dan saat sedih dan pedih merambahi diri.</p>
<p>Jgn pernah mencela. Jauhkan sikap yg selalu ingin agar diri ini mendapat yang terbaik, sementara yg lain tidak. Sadarkah dirimu kawan, bahwa semua yg TERBAIK sdh kmu dapatkan saat itu juga.</p>
<p>Bagi org2 yg mengetahuinya, dibalik sakit terdapat hikmah yg LUAR BIASA. Dibalik kekecewaan terdapat ILMU yg mampu membuat diri qt semakin Dewasa.</p>
<p>Sesungguhny, gelap-terang sudah merupakan taqdir Illahi. Mungkinkah kmu meminta pd TUHAN agar malam berubah menjadi siang yg terang benderang? atau dunia ini tidak ada istilah Miskin &#8211; Kaya?</p>
<p>Qt takkan pnh tahu bagaimana temaramny malam TANPA qt tahu bagaimana terangny siang. Qt takkan pnh tahu bagaimana lezatny Cinta TANPA qt tahu bagaimana perihny Benci.</p>
<p>Intinya adalah, syukuri dan nikmati semua yg kita dapatkan. Mau itu manis-pahit, sehat-sakit, bahagia-nestapa. Krn s&#8217;mua berawal dari TUHAN..</p>
<p>(<em>kontemplasi aL: 10-7-2009</em>)</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://fauzie.web.id/index.php/2009/07/10/smua-berawal-dari-tuhan/" target="_blank"><img src="http://fauzie.web.id/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://fauzie.web.id/index.php/2009/07/10/smua-berawal-dari-tuhan/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><br/><a href='http://wordpress.org/extend/plugins/mystat/'><img src='http://fauzie.web.id/wp-content/plugins/mystat/images/admin.png' style='vertical-align:middle;' title='myStat statistic for WordPress' border='0' /></a> Unique visitors to post: <b>0</b><br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzie.web.id/index.php/2009/07/10/smua-berawal-dari-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Dapetin Pasangan Lewat Ilmu Marketing</title>
		<link>http://fauzie.web.id/index.php/2009/02/10/rahasia-dapetin-pasangan-lewat-ilmu-marketing/</link>
		<comments>http://fauzie.web.id/index.php/2009/02/10/rahasia-dapetin-pasangan-lewat-ilmu-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 00:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzie.web.id/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[(inspirasi seorang Repers Alkes) Buat rekans yang masih menjomblo, atau yang emang sangat ‘menghargai’ kodratnya sebagai pencari pasangan. Mungkin tulisan ini bisa membantu kalian dalam mengeksplorasi ilmu perhubungan antar manusia. Sebagian besar ilmu ini saya dapatkan dari hasil membaca beberapa buah buku dan beberapa diantaranya adalah hasil langsung yang saya terima dari ‘membaca’ respon rekans [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(inspirasi seorang Repers Alkes)</p>
<p>Buat rekans yang masih menjomblo, atau yang emang sangat ‘menghargai’ kodratnya sebagai pencari pasangan. Mungkin tulisan ini bisa membantu kalian dalam mengeksplorasi ilmu perhubungan antar manusia.</p>
<p>Sebagian besar ilmu ini saya dapatkan dari hasil membaca beberapa buah buku dan beberapa diantaranya adalah hasil langsung yang saya terima dari ‘membaca’ respon rekans saya. Buku-buku yang saya rekomendasikan buat dibaca (ehm… bukan niat promosi nih) diantaranya adalah… buku-bukunya Dale Carnegie, Sun Tzu, dan Joe Vitalle. Beliau-beliau ini yang saya anggap cukup cakap dalam mengelola kata-kata, sehingga merupakan sebuah kelezatan tersendiri saat saya membacanya.<br />
<span id="more-165"></span><br />
Oke, enough chattingnya yak. Langkah pertama yang mesti rekans kuasai adalah kendalikan egomu. Yah, saya ulangi… <strong>kendalikan egomu</strong>. Sebab, basic rule-nya ilmu perhubungan manusia adalah ego. Jika rekans ga bisa ngendaliin ego. Silahkan rekans tutup browser ini, dan kembali ke dunia nyata.</p>
<p><strong>Rule #1:</strong> Setiap manusia akan merasa sangat senang jika sisi ego mereka tersentuh.<br />
Hal ini bisa rekans sadari atau tidak, ketika sisi ego rekans mulai tersentuh, maka akan menciptakan respon yang berbeda dengan saat sisi ego rekans tidak tersentuh. Misalnya nih: ketika seorang teman rekans memanggil rekans hanya dengan panggilan ‘hei’, ‘kang’, ‘bang’, dll. Rekans akan merasa biasa-biasa saja.<br />
Lain halnya jika teman tersebut memanggil rekans dengan nama kecil / nama asli rekans atau dengan predikat tertentu yang menyenangkan. Misalnya: ‘Eh, neng Mira…’, ‘Eh, cantik kemana aja atuh?’.</p>
<p>Nah, bagaimana kaitannya dengan ilmu marketing? Nah, coba rekans panggil salah seorang prospek rekans dengan nama asli mereka (tanpa predikat gelar). Misalnya rekan mau manggil salah seorang dokter dengan nama asli Dudung, ‘Eh, Dung kamana wae euy?!’. Nah kalo dokter Dudung tersebut sudah merasa nyaman dengan panggilan tersebut sih, mungkin tidak masalah. Tapi kalo kebetulan dokternya sensian?! Jangan harap dapet sales dari dia.<br />
Nah lain responnya jika rekans memanggil mereka dengan, ‘Hallo dokter Dudung, apa kabarnya?’</p>
<p>Ingat: gelar, nama, predikat-predikat yang membanggakan akan menyentuh sisi ego mereka. Gunakan hal-hal tersebut untuk mendapatkan respon positif seperti yang rekans mau.</p>
<p><em>“Setiap orang akan menyukai ketika hal-hal yang dia sukai, disukai pula oleh orang lain.”</p>
<p></em><br />
<strong>Rule #2:</strong> Baca situasi, teliti sebanyak-banyaknya dengan pasti informasi apa yang bisa rekans dapetin dari subyek yang rekans inginkan.<br />
Yap, sebelum rekans bertemu dengan subyek / prospek. Cari dan pahami dulu tentang subyek tersebut sebanyak-banyaknya. Semakin banyak informasi yang rekans dapatkan, semakin mempermudah untuk mengadakan action dan komunikasi dengan subyek tersebut nantinya.</p>
<p>Informasi-informasi penting yang rekans mesti cari diantaranya: informasi mengenai kesenangan dia, kelemahan dia, tempat dimana dia nongkrong, makanan kesukaan dia, tanggal lahir, sohib-sohib terdekat dia dll.</p>
<p>Ini sama kaya ilmu marketing, ketika sebelum ketemu prospek, kita diwajibkan untuk ngebuat list informasi detail tentang prospek tersebut. Khususnya kaya nama, nomer hape, alamat, tanggal lahir, nama bini (lengkap dengan tanggal lahirnya), nama anak-anaknya dll.</p>
<p><em>“Know your enemy, know the situations, and know yourself. You shall to win the war…”</em> (Sun Tzu)</p>
<p><strong>Rule #3:</strong> Bicarakan tentang topik yang dia inginkan, minimalisir topik yang rekans inginkan!<br />
Kuncinya adalah seperti Rule #1: Its all about Ego!<br />
Kalo suatu saat rekans ketemu dengan orang yang terlalu banyak ngomongin tentang dirinya sendiri dan ga ngasih kesempatan rekans buat ngomong / ngerespon balik, kira-kira respon yang muncul di benak rekans seperti apa?<br />
Mungkin bakal seperti ini yah: “Wuih! Banyak bacot banget nih orang…”, “wah abis deh waktu gua dengerin radio butut lagi ngomong”, “wah orang ndeso lagi ngomongin dirinya sendiri nih…” dll.</p>
<p>Yep, seperti itulah manusia, pengennya di dengeriin mulu. Pas gilirannya ngedengerin omongan orang aja, timbul rasa males. Ini yang dinamain egois. So, solusinya adalah, kendalikan ego rekans. Coba berpikir dan berbicara dari sudut pandang orang yang kita ajak bicara.</p>
<p>Dari rule #2: cari informasi tentang subyek yang rekans inginkan, semestinya rule #3 ini tidak akan menjadi masalah. Karena rekans minimal sudah mengetahui apa-apa yang dia senangi. Oya, rekans juga jangan lupa untuk selalu menghindari pembicaraan yang mengungkit sisi kelemahan dia. Kalau rekans sampe nggak sengaja mendiskusikan hal itu, coba rekans tawarkan solusi dari masalah tersebut.</p>
<p>Ini ngingetin saya sama ilmu marketing juga, yaitu <em>listen…listen…and listen…</em> Karena dengan ngebacotin prospek dengan produk-produk kita terus (apalagi dengan curhat tentang kurangnya omzet kita), kita bukannya dapet atensi dari mereka. Kita bisa-bisa gakan pernah dapet kesempatan lagi buat ketemu mereka.</p>
<p><strong>Rule #4:</strong> <em>Make them know, and make them remember…</em><br />
Yap, ini rule selanjutnya. Bikin subyek tersebut mengenal rekans, dan lalu mengingat rekans.<br />
Caranya?<br />
Bikin mereka mengenali rekans dengan melakukan hal-hal sederhana yang jarang sekali dilakukan oleh teman-teman subyek yang lain. Misal dengan panggilan khusus, gaya bersalaman dll. Selanjutnya bikin subyek tersebut mengingat rekans dengan cara selalu melakukan hal tersebut setiap kali rekans bertemu subyek.</p>
<p>Ucapkan kata-kata hipnotis khusus, “halo makin cerah aja nih…”, “ehm, dunia ini tampaknya jadi lebih seru denganmu…”, “pagi sih ujan, tapi denganmu aku jadi tambah semangat…” dll.<br />
Buat sapaan khas rekans saat bertemu subyek. Itu akan bikin mereka inget rekans.</p>
<p>Ehm, …kalo dalam ilmu marketing ini sih namanya… <em>show &#8216;em we&#8217;re different!</em></p>
<p><strong>Rule #5:</strong> Bikin subyek mencari-cari rekans karena subyek emang butuh…<br />
Kuncinya adalah, timbulkan minat / kebutuhan di benak mereka. Jadikan rekans sebagai orang yang spesial di dunia dia (lihat Rule #4). Di dunia marketing ada <em>rumus FAB (Features, Advantages and Benefits)</em>. Nah, kita coba aplikasikan di dunia perhubungan ini ya.</p>
<p><em>Features</em> adalah kelengkapan standar yang dimiliki oleh rekans saat melakukan kontak dengan subyek. Misal rekan adalah seorang cowo. Nah, fiturnya adalah rekans adalah cowo.<br />
<em>Advantages</em> adalah kelebihan-kelebihan yang ada pada diri rekans. Misalnya rekan adalah seorang pekerja keras, tukang jalan-jalan, punya motor dan rumah pribadi.</p>
<p>Nah, yang terakhir dan terpenting adalah <em>Benefits</em>. Benefits adalah manfaat dari semua hal diatas tadi. Misal: Rekans adalah cewe (Features); cantik, supel, punya kerjaan, hobi ketemu orang banyak (Advantages); Benefitsnya adalah gara-gara Rekans cantik dan supel, rekans gakan malu-maluin subyek kalo pas diajak jalan atau ketemu temen-temennya. Selain itu rekans juga punya kerjaan, so gakan terlalu morotin subyek deh (pan udah punya uang sendiri). Terus juga rekans punya hobi ketemu orang banyak juga, nah ini manfaatnya buat subyek rekans gakan grogi atau ga pede pas ketemu sama temen-temen dia.</p>
<p>Kunci dari pengaplikasian FAB ini terletak pada “Benefit apa yang ada dalam diri saya, yang sekiranya bisa ngekLik dan bermanfaat pada subyek? Sehingga subyek sulit untuk menyatakan ‘tidak’ sama saya?”</p>
<p>Olah ukur ini terletak pada kesuksesan rekans pada Rule #2: Knowing the situations. Sehingga rekans bisa mengukur hal-hal yang dimiliki oleh subyek, dan diri rekans sendiri.</p>
<p>Oke, sampe disini dulu deh Rules-nya yah. Coz sebenernya masih banyak rules yang bisa diterapkan pada hubungan antar manusia ini. Afterall menurut saya ini sangat erat kaitan dengan dunia per-marketing-an yang saya geluti selama ini. Mengenai komentar kritik-sarannya sangat saya tunggu.</p>
<p>NB: Saya ingetin sekali lagi aja deh, …supress your ego…</p>
<p>Salam… <img src='http://fauzie.web.id/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://fauzie.web.id/index.php/2009/02/10/rahasia-dapetin-pasangan-lewat-ilmu-marketing/" target="_blank"><img src="http://fauzie.web.id/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://fauzie.web.id/index.php/2009/02/10/rahasia-dapetin-pasangan-lewat-ilmu-marketing/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><br/><a href='http://wordpress.org/extend/plugins/mystat/'><img src='http://fauzie.web.id/wp-content/plugins/mystat/images/admin.png' style='vertical-align:middle;' title='myStat statistic for WordPress' border='0' /></a> Unique visitors to post: <b>4</b><br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzie.web.id/index.php/2009/02/10/rahasia-dapetin-pasangan-lewat-ilmu-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilih Teman atau Mendapatkan Sales?</title>
		<link>http://fauzie.web.id/index.php/2009/02/07/pilih-teman-atau-mendapatkan-sales/</link>
		<comments>http://fauzie.web.id/index.php/2009/02/07/pilih-teman-atau-mendapatkan-sales/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 14:30:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzie.web.id/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[(sebuah catatan dari seorang Reper-Alkes) Ada sebuah kesimpulan yang sempat terlintas dalam benak saya. Saat saya visit ke bagian Ortho di sebuah RS pemerintah di kota Bandung. Yang entah apakah ini adalah sebuah mindset para marketer saat ini ataukah hanya trendset semata. Ketika marketer berhadapan dengan calon pembeli (bahasa kerennya prospek), 90% saya melihat bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(sebuah catatan dari seorang Reper-Alkes)</p>
<p>Ada sebuah kesimpulan yang sempat terlintas dalam benak saya. Saat saya visit ke bagian Ortho di sebuah RS pemerintah di kota Bandung. Yang entah apakah ini adalah sebuah mindset para marketer saat ini ataukah hanya trendset semata. Ketika marketer berhadapan dengan calon pembeli (bahasa kerennya prospek), 90% saya melihat bahwa marketer tersebut pada saat opening sudah memfokuskan arah pembicaraan terhadap penciptaan sales.<br />
<span id="more-160"></span><br />
Misalnya satement-statement opening seperti ini:<br />
&#8220;Dok, saya dari perusahaan farmasi anu, mau coba obat saya dok?&#8221;<br />
&#8220;Pasiennya dokter anu berhasil pake obat saya lho dok. Dokter bisa coba obat dari perusahaan saya dok.&#8221;<br />
&#8220;Dok, saya bawa produk alkes anu lho dok. Dokter kapan mau coba pakai demo unit produk saya?&#8221;</p>
<p>Atau lebih parahnya lagi:<br />
&#8220;Dok, ..heheh.. tandatangan dok!&#8221;<br />
&#8220;Dok, kunjungan dok…&#8221; (sambil menyodorkan kartu visiting)<br />
&#8220;Dok, …obat dok…&#8221;</p>
<p>Dufh! …buat saya ini adalah sesuatu yang memprihatinkan. Karena ternyata di jaman ini masih ada marketing / medical representative yang masih menggunakan gaya-gaya marketing old-school, yang impact-nya justru ke arah pencitraan negatif atas diri Rep itu sendiri.</p>
<p>Memang ada juga beberapa Repers (istilah dari p’Andrew nih) yang bisa mengelola prospek dengan cukup profesional. Biasanya Repers ini tercipta berkat didikan dari perusahaan-perusahaan farmasi atau alkes PMA.</p>
<p>Sejatinya ketika Repers profesional ini berhadapan dengan prospek. Mereka mengawalinya dengan mengedepankan citra diri mereka yang memang profesional. Mereka tidak melulu membawa-bawa produk dan nama perusahaan mereka. Memang mereka menyelipkan produk dan citra perusahaan mereka dalam pembicaraan mereka. Namun mereka menyampaikannya dengan cara-cara yang sungguh berbeda dari Repers kebanyakan.</p>
<p>Pada saat opening, mereka selalu mengidentifikasikan diri mereka selalu dengan cara-cara unik. Misal: visit ke prospek saat diluar jam kerja. Atau visit ke prospek tersebut dengan cara mendatanginya pada saat jam makan siang diluar kantornya. Atau malah sengaja visit tepat pada saat prospek tersebut mau jum’atan. Buat prospek muslim, Repers bisa sekalian ngajak prospek jum’atan bareng.</p>
<p>Nah pada saat demikian, mereka selalu mengondisikan diri mereka sebagai teman dari prospek tersebut yang tidak melulu menjadikan sales sebagai hidden agenda mereka. Kenapa? Karena meskipun mereka dibebani target. Namun mereka tidak memikirkan target tersebut saat mereka visit ke prospek. Yang mereka pikirkan adalah bagaimana produk mereka bisa bermanfaat secara maksimal bagi prospek tersebut.</p>
<p>Let’s say kalau rekans punya temen nih. Terus temen curhat kalau dia ada masalah. Kira-kira rekans mau bantu gaa? Pastinya dong… temen sendiri ko ga dibantu. Nah buat para Repers pro, mereka adalah orang yang paling demen ngedengerin curhatan prospek. Bukan melulu ngejejalin prospek dengan produk-produknya.</p>
<p>Lha sekarang target perusahaan gimana dong?! Ya target tetep dikejar laah. Tapi …inget satu hal. Buat mereka yang lebih penting adalah ‘<em>How to play The Game…</em>’-nya (baca: process). Bukan pada hasil akhirnya. Okelah hasil akhir 2 Repers sama-sama achieve target. Tapi masing-masing Repers pastinya punya gaya sendiri-sendiri yang bakal menentukan kualitas sales ke depannya. Baca dan ingat… kualitas sales ke depannya!</p>
<p>So, Repers pro punya mindset gini: Gimana caranya gua bisa achieve target, dan ke depannya gua bisa achieve lagi dengan nilai yang lebih besar? Berarti sebelum gua achieve target, gua musti ciptain sales yang berkualitas dulu. Nah sebelum gua dapet sales yang berkualitas, gua musti jadi orang yang berkualitas dulu. Orang yang berkualitas berarti orang yang punya keunikan tersendiri di mata para prospek itu.</p>
<p>Dalam kesehariannya Repers profesional tidak mesti harus selalu serius lho. Apalagi rusuh ga puguh. Pembawaan mereka santai tapi fokus. Mereka selalu berpikir dan bertindak sebagaimana prospek tersebut berpikir dan bertindak.</p>
<p>Nah, lalu strateginya adalah:</p>
<ol>
<li><strong>Strategi #1:</strong> Kudu Beda!!</li>
<li><strong>Strategi #2:</strong> Kalo kita belom beda, …baca <strong>Strategi #1</strong>!</li>
<li>Jadiin prospek itu temen kita. Buat situasi dimana saat mereka butuh kita, kita siap membantu tanpa ada hidden agenda.</li>
<li>Diawal visiting jangan dulu ngomongin produk, perusahaan apalagi sales! Prospek udah bosen ketemu Repers yang jualannya gitu-gitu juga. Apalagi belum apa-apa Repers udah minta sales dan tandatangan.</li>
<li>Pasang telinga baik-baik saat ngedengerin prospek curhat. Ingat point-point penting yang prospek sampaikan ke kita. Disitu bisa terjadi clue buat sales kita ataupun informasi tentang kompetitor produk kita.</li>
<li>Dari curhat tersebut kita bisa tau kira-kira apa yang prospek butuhin dari produk kita. Nah katalisatornya dari sini, kita tinggal combine-in aja.</li>
<li>Pun kalo prospek tersebut belum keliatan needs-nya, no problem. Ingat kembali strategi <strong>nomer #3</strong> dan ulangi strategi <strong>nomer #5</strong>.</li>
</ol>
<p>Semua strategi ini telah saya aplikasikan and so far, it really works. Sebagai catatan, semua ini saya simpulkan berdasarkan hasil diskusi atas pengalaman dari rekan saya p’Omi Rusmana (salam respect dari saya), yang saat ini beliau menjabat sebagai Area Manager Jawa Barat dari perusahaan farmasi Semax di Jakarta. Olah pikirnya adalah hasil tempaan dari para manajer sejak beliau masih bertugas di perusahaan Pharmalink (saat ini Transfarma).</p>
<p>Nah, kalo kembali ke pertanyaan postingan ini: Pilih Teman atau Mendapatkan Sales?<br />
Saya sih lebih milih, Memperbanyak Teman lalu Memperbesar Sales!</p>
<p>Trims… <img src='http://fauzie.web.id/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://fauzie.web.id/index.php/2009/02/07/pilih-teman-atau-mendapatkan-sales/" target="_blank"><img src="http://fauzie.web.id/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://fauzie.web.id/index.php/2009/02/07/pilih-teman-atau-mendapatkan-sales/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><br/><a href='http://wordpress.org/extend/plugins/mystat/'><img src='http://fauzie.web.id/wp-content/plugins/mystat/images/admin.png' style='vertical-align:middle;' title='myStat statistic for WordPress' border='0' /></a> Unique visitors to post: <b>8</b><br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzie.web.id/index.php/2009/02/07/pilih-teman-atau-mendapatkan-sales/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seorang Marketing Tuh Apa Sih?</title>
		<link>http://fauzie.web.id/index.php/2009/02/07/seorang-marketing-tuh-apa-sih/</link>
		<comments>http://fauzie.web.id/index.php/2009/02/07/seorang-marketing-tuh-apa-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 14:08:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzie.web.id/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[(anekdot seorang Reper-Alkes) Buat saya, seorang marketing tuh: Mindsetter bukan Trendsetter Mind manipulator Networker Smartworker A soldier and a general in its own way A student of life alias Pembelajar sejati A friend in need (&#8216;TTB=temen tapi butuh&#8217;, heheh) Budget coster (tukang gerogotin duit perusahaan) Budget dumper (sekaligus tukang ngumpulin duit itu kembali) Magician (tukang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(anekdot seorang Reper-Alkes)</p>
<p>Buat saya, seorang marketing tuh:</p>
<ul>
<li><strong>Mindsetter</strong> bukan <strong>Trendsetter</strong></li>
<li><strong>Mind manipulator</strong></li>
<li><strong>Networker</strong></li>
<li><strong>Smartworker</strong></li>
<li><strong>A soldier and a general in its own way</strong></li>
<li><strong>A student of life</strong> alias Pembelajar sejati</li>
<li><strong>A friend in need</strong> (&#8216;TTB=temen tapi butuh&#8217;, heheh)</li>
<li><strong>Budget coster</strong> (tukang gerogotin duit perusahaan)</li>
<li><strong>Budget dumper</strong> (sekaligus tukang ngumpulin duit itu kembali)</li>
<li><strong>Magician</strong> (tukang sulapin sales perusahaan)</li>
<li><strong>Spy agent</strong> (tukang kasak-kusuk cari-cari informasi)</li>
<li><strong>SKSD</strong> (tukang ngaku-ngaku kenal-deket sama prospeknya)</li>
<li><strong>Ceriwis</strong> (tukang ngegosipin semua hal, termasuk prospeknya)</li>
<li><strong>Satpam</strong> (tukang jagain ruangannya prospek)</li>
<li><strong>Selingkuhan prospek</strong> (tukang gangguin jadwal pulangnya prospek)</li>
<li><strong>Juru parkir</strong> (tukang ngatur-ngatur prospek, &#8230;kiri dok, kanan dok, maju dikit dok&#8230;)</li>
<li><strong>Dokter gadungan</strong> (tukang minjem baju operasi waktu masuk ke ruang Operasi)</li>
<li><strong>Telinga panci</strong> (tukang dengerin orang curhat, sampe orang tersebut bosen ngeliad mukanya)</li>
<li><strong>Juru ketawa</strong> (statemen dari prospek ga lucu juga, tetep aja diketawain)</li>
<li><strong>Dukun kantoran</strong> (nanya apa aja sama dia pasti nyambung!)</li>
<li><strong>Anak buah Mama Loren</strong> (udah tau prediksi sales berapa-berapanya)</li>
<li><strong>Staf khusus Joko Bodo</strong> (elmu sulap ama pelet udah jadi latihan sehari-hari)</li>
<li><strong>Makhluk halus</strong> (wujudnya ga jelas, datang ga diundang, pulang ga dianter -heheh-)</li>
</ul>
<p>Why so serious? -heheh-</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://fauzie.web.id/index.php/2009/02/07/seorang-marketing-tuh-apa-sih/" target="_blank"><img src="http://fauzie.web.id/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://fauzie.web.id/index.php/2009/02/07/seorang-marketing-tuh-apa-sih/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><br/><a href='http://wordpress.org/extend/plugins/mystat/'><img src='http://fauzie.web.id/wp-content/plugins/mystat/images/admin.png' style='vertical-align:middle;' title='myStat statistic for WordPress' border='0' /></a> Unique visitors to post: <b>10</b><br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzie.web.id/index.php/2009/02/07/seorang-marketing-tuh-apa-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>02-12-2008</title>
		<link>http://fauzie.web.id/index.php/2008/12/03/02-12-2008/</link>
		<comments>http://fauzie.web.id/index.php/2008/12/03/02-12-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 03:05:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzie.web.id/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Antapani, @myRoom, 02-Desember-2008, 02:02am { Backsong: Cosmic – Sebuah Kisah.mp3 } Dear Fantasy, How’ru 2night? Still missin’ me like the day b4? …yeah, I do missin’ u2 dear. In this silence, I’s just tryin’ to spellin’ th words nside. Dan kuharap, kau tak jemu baca tulisanku. Karena ku yakin, esok ‘kan s’Lalu ada nyala lilin. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Antapani, @myRoom, 02-Desember-2008, 02:02am<br />
{ <em>Backsong: Cosmic – Sebuah Kisah.mp3</em> }</p>
<p>Dear Fantasy,<br />
How’ru 2night? Still missin’ me like the day b4? …yeah, I do missin’ u2 dear. In this silence, I’s just tryin’ to spellin’ th words nside. Dan kuharap, kau tak jemu baca tulisanku. Karena ku yakin, esok ‘kan s’Lalu ada nyala lilin. Genggam jemari, langkahku yang dulu sempat terhenti. Indah senyuman yang s’Lalu kau tebarkan, damaikan s’mua jiwa tak sempurna. Meski kelam malam sempat tenggelamkan semua harapan. Namun saat bait-bait journal ini, kau resapi dalam lelap mimpi-mimpi. Aku tetap yakin mimpi kita kan tetap ada.<br />
<span id="more-147"></span><br />
Ketika waktu melaju dalam harapku padamu. Aku sempat terpaku pada s’buah nuansa jiwa tak sempurna. Yang tak kukenal sebelumnya. Aneh, sungguh berbeda denganmu. Saat dulu kutemui diri ini. Yang kutemukan hanyalah kepingan kenangan, yang lalu hampakan ruang-ruang gelap tak bertuan. Desain lirikan sang Tuhan telah buatku termangu dalam rona merah memanja. Degupan demi degupan telah uraikan semua gubahan. Satukan pagutan, curahkan sejuta nuansa dari kuasa sang Pemilik Cinta.</p>
<p>Desiran namamu jalari jiwa ini. Dalam lembut bibirmu basahi dzikirku. Nuansa mesra tercipta dari hanya bayangmu yang tersedia. Dalam semua duga metafora sang jiwa. Dekapanmu sanggup hempaskan semua desakan nafsu, yang kucipta dalam ranah diriku yang fana. Mestikah aku temui kau disana? Dalam sesak sunyi pepohonan? Atau dalam lapangnya nyanyian keabadian?</p>
<p>Kerlinganmu jatuhkan pride and dignity-ku. Semua hasrat tertumpah, saat keanggunan Cinta memerah-merekah. Bulir-bulir rindu mengkristal lembut mengecup elok tubuhmu. Nafsu fanaku melesat, jalari semua synapsis-ku yang telah lama berkarat. Semua ide telah menjadi paradoks dalam tiap-tiap degupan jantung yang menggantung. Waktu termangu dalam embus nafas kita yang menyatu. Segaris air tercurah dari sudutmu. Bisikkan berjuta kata mesra di jiwa.</p>
<p>my_Blue flower,<br />
Kekalkah aku disana? Meski dirimu tak lagi bersamaku. Namun setiap sakit adalah anugerah bagi kita. Tetaplah kau disana. Usah kau hentikan waktu, yang kan s’Lamanya goreskan kenangan tentang aku dan dirimu. Letakkan semua beban dan harapan. Aku s’Lalu denganmu.</p>
<p>Journal ini adalah tentangmu. Tentang pernikahanmu. Tentang kisahku denganmu.<br />
Kuharap dalam lelap, dapat kutemui kau disana bahagia bersamanya. Ciptakan generasi terbaik kita. Yang kan titiskan semua Cinta dan kenangan. Yang kan s’Lalu buyarkan, semua lamunan tentang aku padamu. Yang biarkan aku terlelap dalam sisi ruangmu yang gelap.</p>
<p>Semoga dalam mesra hidupmu, aku temui kau dalam realita yang berbeda. Kuingin segera tempuh jalanku pulang kepadamu. Dalam sebuah cerita yang berbeda. Yang mampu berikan sesungging senyuman di bibirmu. Atau segaris tetes hujan yang basahi lembut pipimu.</p>
<p>Kan kutemui kau disana, …dalam setiap helaan nafasmu.<br />
‘met tidur …permaisuri hatiku!</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://fauzie.web.id/index.php/2008/12/03/02-12-2008/" target="_blank"><img src="http://fauzie.web.id/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://fauzie.web.id/index.php/2008/12/03/02-12-2008/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><br/><a href='http://wordpress.org/extend/plugins/mystat/'><img src='http://fauzie.web.id/wp-content/plugins/mystat/images/admin.png' style='vertical-align:middle;' title='myStat statistic for WordPress' border='0' /></a> Unique visitors to post: <b>0</b><br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzie.web.id/index.php/2008/12/03/02-12-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ngeRap argh!</title>
		<link>http://fauzie.web.id/index.php/2008/12/03/ngerap-argh/</link>
		<comments>http://fauzie.web.id/index.php/2008/12/03/ngerap-argh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 03:02:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzie.web.id/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Antapani, @myRoom, 17-November-2008, 01:11am { Backsong: Bondan feat Fade 2 bLack – Kau Puisi.mp3 } ( Hint: baca sambil nge-Rap ) Dear Chlea, Hari ini Bandung ujan terus dear. S’akan iringi keindahan yang telah terjadi. Hari ini, seorang kawan baru saja m’Langsungkan pernikahan. S’buah keindahan, yang mampu titikkan setetes k’bahagiaan. S’buah alur kehidupan telah rapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Antapani, @myRoom, 17-November-2008, 01:11am<br />
{ <em>Backsong: Bondan feat Fade 2 bLack – Kau Puisi.mp3</em> } ( Hint: baca sambil nge-Rap )</p>
<p>Dear Chlea,<br />
Hari ini Bandung ujan terus dear. S’akan iringi keindahan yang telah terjadi. Hari ini, seorang kawan baru saja m’Langsungkan pernikahan. S’buah keindahan, yang mampu titikkan setetes k’bahagiaan. S’buah alur kehidupan telah rapi tersimpan, mengisi s’mua sisi di ruang sunyi. Semaikan wangi parfum dalam indahnya sebuah senyum.</p>
<p>Kamu tahu ga dear, sejuta rasa t’Lah tercipta, dalam indahnya nuansa ruang rasa. Membawa jiwa, mengembara ke pesanggrahan sang Pemilik Cinta. Semaikan ratusan bunga, yang telah lama terendap lara. Buahi, penatnya diri, yang t’Lah lama arungi hidup ini. Tahu ga dear, semakin aku ragu, semakin aku rasakan jiwaku menyatu, dengan lambang-lambang metafosilmu. Tak mengerti, seolah diriku ini, hanyalah makhluk yang mesti takluk, terhadap nafsu-nafsu buruk yang merasuk.<br />
<span id="more-144"></span><br />
Sementara, sebuah nikmat terasa nyata, dalam syair pujangga-pujangga Cinta. Bawaku pergi, dalam hidupku yang sementara ini. Akankah semua kembali, dalam Journalku ini? Dapatkah kutuliskan kembali, semua kisah-kisah indah ini? Maukah kau bacakan, journal-journal ini dalam kenangan? Kala sepi t’Lah lama menghampiri, atau Sang Maut t’Lah siap mencabut?</p>
<p>Dear Pramestiku,<br />
Aku kangen kamu dear. Degupan t’Lah rasuki badan, saat hujan, tumpahkan semua kenangan. Ubah s’mua visi dalam hidupku ini. Gauli, sedikit ruang informasi, tentang s’mua kisah dihati. Rasa nyaman tak kuasa ku redam. Singkat hidup tak mampu kututup. Dalam lembar singkat journal hariku yang terendap lelap.</p>
<p>Akankah, kau lengkapi lagi, bait-bait sunyi dalam suasana ceria? Dalam tawa, dan renyahnya diskusi kita?<br />
Dapatkah, kau sajikan s’mua kisah, sempurna dalam kesan penuh Cinta? Saat galau sulit untuk kuhalau. Saat bingung tak sanggup untuk kubendung.</p>
<p>I’m gonna miss our conversations. Our chat in time, while we’re drunks by wine. Try to swing the moment, by the sing of your comment. Let’s dance in the fence, while we’re still in friends. Universe (perhaps) could understand, why we can’t be a band.</p>
<p>Perbedaan persepsi, t’Lah menjadi ciri, kasih sayang kita yang sejati. Tak bisa terganti, meski hari t’Lah menjadi sunyi. Dalam kelam masalalu, kita kan selalu, ungkapkan semua hal yang baru. Luapkan emosi di jiwa, dalam kisah Cinta kita yang kan s’lalu membara.</p>
<p>Trims dear, t’Lah baca journalku ini. Semata, hanya inginku ungkap s’mua rasa. Rasa hebat, yang berkarat dalam jiwaku yang sekarat. Tanpa mau, kulaju sang waktu, ‘tuk temukan titik indah dirimu. Hanya bisa, kujampa s’mua doa-doa. Untuk kita, segera bersatu, dalam indahnya alunan sebuah lagu. S’moga Tuhan, segera satukan, s’mua keinginan dan perbedaan. Dalam indah, heningnya malam demi malam seusai hujan.<br />
Wassalaam…</p>
<p>ps: thousand sorry tulisan ini dah lama kubuadh, tapi baru kuposting skarang.. <img src='http://fauzie.web.id/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://fauzie.web.id/index.php/2008/12/03/ngerap-argh/" target="_blank"><img src="http://fauzie.web.id/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://fauzie.web.id/index.php/2008/12/03/ngerap-argh/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><br/><a href='http://wordpress.org/extend/plugins/mystat/'><img src='http://fauzie.web.id/wp-content/plugins/mystat/images/admin.png' style='vertical-align:middle;' title='myStat statistic for WordPress' border='0' /></a> Unique visitors to post: <b>0</b><br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzie.web.id/index.php/2008/12/03/ngerap-argh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Too Complex Mind</title>
		<link>http://fauzie.web.id/index.php/2008/09/08/too-complex-mind/</link>
		<comments>http://fauzie.web.id/index.php/2008/09/08/too-complex-mind/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 15:51:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzie.web.id/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Antapani, @myRoom, 27-Aug-2008, 00:05am Malam ini sejenak melepas lelah kucoba ketikkan beberapa kalimat yang sempat melintas di kepalaku. Coba ungkapkan kejadian hari ini dengan bahasaku sendiri. Pagi, Aku sudah ada dalam perjalanan menuju RS. Salamun ketika selintas kalimat menempel erat di otak kecilku. &#8220;Berani berbuat, berani disalahkan!&#8221;. Usai itu tiba-tiba muncul 2 pertanyaan dari pernyataan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Antapani, @myRoom, 27-Aug-2008, 00:05am</p>
<p>Malam ini sejenak melepas lelah kucoba ketikkan beberapa kalimat yang sempat melintas di kepalaku. Coba ungkapkan kejadian hari ini dengan bahasaku sendiri.</p>
<p>Pagi,<br />
Aku sudah ada dalam perjalanan menuju RS. Salamun ketika selintas kalimat menempel erat di otak kecilku. &#8220;Berani berbuat, berani disalahkan!&#8221;. Usai itu tiba-tiba muncul 2 pertanyaan dari pernyataan tersebut. Pertanyaannya adalah &#8220;Salah Berbuat?&#8221; atau &#8220;Berbuat Salah?&#8221;</p>
<p>Heran deh ko ujug-ujug muncul kalimat tersebut beserta peranakannya?! Padahal pagi itu, otakku sudah cukup diruwetkan dengan sesuatu hal yang memang mungkin (sedikit banyak) ada kaitannya dengan pernyataan tersebut.<br />
<span id="more-130"></span><br />
Setiba di Salamun, aku bertemu dengan kang Omi disana. Kita emang sudah rencana mu ketemu dengan dokter SpBS disana (dr.Isdwirianto, SpBS). Dan usai bertemu dengan beliau, kita sempatin buat ngopi dulu di warkop di seberang RS. I think I need a glass of caffein now. -heheh-?</p>
<p>Nah di warkop itulah terjadi pembicaraan yang santai namun cukup serius untuk disimak. Ada suatu pertanyaan yang saya lontarkan ke beliau (kang Omi), sebuah pertanyaan yang sama dengan yang saya tanyakan ke Dhani kemarin. Yaitu, &#8220;benarkah seorang penulis punya kecenderungan untuk menjadi schizophrenic?&#8221;</p>
<p>Dan jawaban beliau, &#8220;tentu tidak&#8221;. Alasan beliau adalah memang seorang penulis bisa mengimajinasikan karakter-karakter yang dia ungkap di tulisan-tulisannya. Namun masih bisa mengontrol alur fikirannya sendiri. Sementara seorang schizophrenic adalah yang tidak bisa membedakan alur fikirannya sendiri dengan realita yang ada. (sebuah gejala awal dari kegilaan). Tapi &#8230;hemm sampe skarangpun aku masih bertanya-tanya, benarkah?</p>
<p>Terlepas dari seperti apa jawabannya, namun aku mulai membuka personality paradigm ke beliau. Bahwasanya, entah ini adalah suatu kekurangan aku, kelebihan aku atau malah &#8230; penyakit aku? Bahwa jika aku menganalisis sesuatu, selalu sampe ke titik unlimited. (Dhani sez, I&#8217;m a &#8216;too complex&#8217; minded. -heheh- Thanks Dhan).</p>
<p>Sebagai contoh, jika aku melihat segelas kopi. Fikiranku menganalisis hingga ke berapa kira-kira kalori yang terkandung di dalam segelas kopi itu? Atau kira-kira berapa persenkah kadar kopi, susu dan gula yang mesti diset agar menciptakan gradasi warna seperti yang aku lihat saat itu? Bukan hanya ke efek kopi yang bisa membuat cheer up.</p>
<p>Nah seringkali dari hal sedemikian itu, malah membuat orang mengganggap aku ini orangnya ribet dan tidak praktis. Tapi it&#8217;s a hard thing to change. Aku tetep aja selalu melihat segala sesuatu tidak hanya dari kadar simple-nya, tapi hingga ke kadar complex-nya. Nah loh!</p>
<p>Singkat cerita, kang Omi akhirnya memberikan suatu pernyataan bahwa segala perjalanan analisisku pada akhirnya nanti akan membawa kembali pada suatu konsep pemikiran dasar (basic concept thought). Kalau dalam cerita analisis segelas kopi tadi adalah &#8230; cuma segelas kopi!</p>
<p>Sore,<br />
Usai kelelahanku mengerjakan apa yang telah menjadi tugasku. Aku cuba bertemu Dhani di warnet Kubus Dago. And upload materi baruku kemarin ke webLog-ku.</p>
<p>Usai itu, aku kembali tenggelam dalam diskusi santai tapi serius dengan Dhani. He&#8217;s my friend who gave me such enormous paradigm in my life. (Thanks bro&#8217;). We talk a Lot of things and thoughts.</p>
<p>Karena perbedaan serta keragaman perspektif tersebut, membuat aku semakin percaya bahwa Alloh SWT memang membuat keragaman tersebut agar kita bisa belajar menerima serta mengakui keunggulan-kekurangan insan lain. Tak hanya secara physically berbeda, mind and thought pun berbeda. Sehingga jiwapun pastinya akan berbeda.</p>
<p>Oya, sorenya aku ketempat Dhani, bareng Wawan (temen Dhani) dan adeku yang kebetulan pengen ikutan nonton film Batman: Dark Knight. Trus usai nonton akhirnya rame deh masing-masing kasi komentar. Dan salah satu komentarku adalah: &#8220;Buat film Batman kali ini, gw ngefans banget sama karakternya si Joker! Bener-bener seorang Mind Manipulator!&#8221; -hahah-</p>
<p>There&#8230; sebuah inspirasi muncul dari kelamnya fikirku. A Mind Manipulator Joker, a criminal who has an ability to mind-manipulate everyone (almost?!) including Batman. Cool!</p>
<p>Hualah, sok araraneh deh aL. Sejatinya itu kan hanya cerita fiksi biasa. Ga perlu di analisis terlalu dalam ah. Cape deh!</p>
<p>YasudLah aku juga sudah capek menganalisis hari ini. Cukup menjadi sebuah catatan inspirasi kecil di hati serta fikirku&#8230;</p>
<p><em>Thanks for reading folks.</em></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://fauzie.web.id/index.php/2008/09/08/too-complex-mind/" target="_blank"><img src="http://fauzie.web.id/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://fauzie.web.id/index.php/2008/09/08/too-complex-mind/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><br/><a href='http://wordpress.org/extend/plugins/mystat/'><img src='http://fauzie.web.id/wp-content/plugins/mystat/images/admin.png' style='vertical-align:middle;' title='myStat statistic for WordPress' border='0' /></a> Unique visitors to post: <b>1</b><br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzie.web.id/index.php/2008/09/08/too-complex-mind/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat untuk Kawan</title>
		<link>http://fauzie.web.id/index.php/2008/08/26/surat-untuk-kawan/</link>
		<comments>http://fauzie.web.id/index.php/2008/08/26/surat-untuk-kawan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 09:57:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzie.web.id/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Antapani, @myRoom, 26-Aug-2008, 00:00am Kawan, Sejak beberapa tahun yang lalu aku bertemu denganmu. Tiada hari berlalu tanpa canda dan tawa. Kadang bingung merundung. Atau kesal terhadap sikapmu. Namun kali ini â€¦ maaf, aku bosan dengan semuanya. Sebuah pernyataan yang menyakitkan timbul hanya dari friksi perspektif kita. Kamu tahu sekarang kalau aku bukanlah seorang yang loyal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Antapani, @myRoom, 26-Aug-2008, 00:00am</p>
<p>Kawan,<br />
Sejak beberapa tahun yang lalu aku bertemu denganmu. Tiada hari berlalu tanpa canda dan tawa. Kadang bingung merundung. Atau kesal terhadap sikapmu. Namun kali ini â€¦ maaf, aku bosan dengan semuanya.</p>
<p>Sebuah pernyataan yang menyakitkan timbul hanya dari friksi perspektif kita. Kamu tahu sekarang kalau aku bukanlah seorang yang loyal terhadapmu dan kawan-kawanmu. Kamu sadar ga sih, tidak ada yang 100% LOYAL di dunia ini selain kepada penciptanya!</p>
<p>Hear me: I trust no one but myself and Alloh SWT.<br />
<span id="more-127"></span><br />
Mungkin kau pun sama. Saat ini kau loyal terhadap kawan-kawanmu. Tapi bagaimana ketika esok hari? Ketika kawan-kawanmu meninggalkanmu sendiri dalam sepi? Dan kamu tiada teman yang berarti. Kecuali harta dan bekas-bekas kejayaanmu. Apa kau masih loyal kawan?</p>
<p>Maaf kawan, aku bukanlah domba yang bisa kau giring semaumu. Atau anjing yang mesti menggonggong keras dan terbelenggu oleh paradigmamu.</p>
<p>Aku manusia! Aku punya keinginan!<br />
Aku punya permasalahan!<br />
Biarkan aku bermain bersama waktu dalam kesendirian.</p>
<p>Tinggalkan aku kawanâ€¦ lepaskan aku!<br />
Biar kuselesaikan permasalahan yang kumulai. Biar aku sendiri yang cari semua solusi. Usah kau tambah minyak ke dalam api.</p>
<p>Kawan,<br />
Aku punya prinsip untuk selalu memasukkan Macan ke dalam taman kehidupanku. Kenapa? Karena aku haus tantangan. Aku ingin kamu tahu diriku sungguh muak dengan segala Comfort Zone yang selalu kau gaungkan.</p>
<p>â€œjangan bermain api, nanti kau terbakar!â€, â€œjangan ceroboh nanti kau celaka!â€, â€œjangan terbang terlalu tinggi nanti jatuhnya sakit!â€, â€¦ dan sejuta kata â€œjanganâ€¦â€ yang selalu kau ucapkan di telingaku.</p>
<p>Memang baik untuk selalu bermain aman. Tetapi tau ga kawan. Hidup ini adalah RESIKO! Aku tak pernah memilih untuk dilahirkan ke dunia. Kau pun sama kawan.<br />
Aku tak pernah memilih untuk punya warna kulit apa, dilahirkan dimana, jenis kelaminku apaâ€¦ kaupun juga sama kawan.</p>
<p>Karenanya hidup ini adalah resiko. Dengar kawan: Tidak pernah sedikitpun aku merasa terjamin dengan keberadaan dirimu!<br />
Tau ga siapa yang menjaminku? Dialah Alloh SWT penciptakuâ€¦</p>
<p>Kawan,<br />
Sebagai seorang teman. Aku cuma ingin sampaikan ini. Karena aku prihatin denganmu. Semua paradigmamu terracuni kawan-kawanmu disana. Akuilah! Kamu â€˜merasaâ€™ bahagia, padahal tidak. Kamu merasa sebagai pahlawan, padahal kamu adalah pecundang.</p>
<p>Kamu merasa bahagia jika sudah menjatuhkan orang lain melalui sikap penjilatmu. Atau kau bersikap seolah-olah semua orang butuh kamu. Dan tanpamu semua itu tidak berarti.</p>
<p>Sorry kawan, lifeâ€™s go on! Masih ada banyak hal akbar yang mesti aku urusi. Hal remeh temeh kaya gitu udah bukan urusan gwa. Itu urusan orang kebanyakan.</p>
<p>Aku ambil jalan ini karena aku ingin jalani semua dengan lebih berarti. Aku tidak takut diterkam macan. Karena macan itu adalah sebabku sendiri. Aku membuat masalah ini untuk menjadikan hidupku lebih berarti. Karena keberanian terbesar dari seorang insan adalah mengalahkan ketakutannya serta mengakui sebuah kekuatan dibalik kekuatan untuk berani tersebut. Aku menyukai Chaos Zone, agar dapat mencapai level paradigma objektif. Sebuah level yang kaupun kini sangat tidak suka.</p>
<p>Itulah, sangat disayangkan dirimu yang sudah penuh pengalaman mesti terpengaruh paradigma subyektif kawan-kawanmu disana.</p>
<p>Padahal tau ga kawan. Di dunia ini akan selalu ada Hidden Agenda dari setiap reaction yang ada. Ada sebuah sebab dari seluruh akibat. Kamu sendiri pun tanpa sadar telah terjebak kedalamnya. Akuilah!</p>
<p>Kawan,<br />
Terakhir aku hanya titip pesan padamu. Tuk selalu berfikir melingkar. Fikirkan apa yang ada dibenakku saat ini. Dan kontradiksinya denganmu. Lalu â€¦ nikmatilah!</p>
<p>Karena dalam waktu yang tidak lama lagi. Aku pasti akan temukan beberapa kawan-kawan baru lagi. Yang jauh lebih baik darimu. Yang benar-benar bisa membantuku menjadi seorang manusia, bukan seorang â€˜manusiaâ€™.</p>
<p>Mohon maaf jika hal sarkastis mesti tertulis dalam suratku ini. Aku hanya ingin jujur padamu. Karena lebih baik jujur daripada berbohong. Karena Alloh SWT maha Tahu Segalanya.</p>
<p>Terima kasih sudah membaca suratku kawan. Telah menjadi kawanku selama ini. Hal itu semata karena aku adalah dirimuâ€¦</p>
<p>â€“Ingsun Ksatreni Jagadâ€“</p>
<p><em>Bandung, 26-August-2008</em></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://fauzie.web.id/index.php/2008/08/26/surat-untuk-kawan/" target="_blank"><img src="http://fauzie.web.id/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://fauzie.web.id/index.php/2008/08/26/surat-untuk-kawan/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><br/><a href='http://wordpress.org/extend/plugins/mystat/'><img src='http://fauzie.web.id/wp-content/plugins/mystat/images/admin.png' style='vertical-align:middle;' title='myStat statistic for WordPress' border='0' /></a> Unique visitors to post: <b>1</b><br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzie.web.id/index.php/2008/08/26/surat-untuk-kawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bunga = Riba = Dosa = Musibah</title>
		<link>http://fauzie.web.id/index.php/2008/02/04/bunga-riba-dosa-musibah/</link>
		<comments>http://fauzie.web.id/index.php/2008/02/04/bunga-riba-dosa-musibah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2008 01:36:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzie.web.id/2008/02/04/bunga-riba-dosa-musibah/</guid>
		<description><![CDATA[Antapani, @myRoom, 03-feb-2008, 01:00pm Pagi ini aku terbangun dalam kondisi bingung. Body terasa nyeri dan pegal tersebar dimana-mana. Berasa ringsek seperti sebuah mobil sedan yang baru saja mengalami tabrakan. Tetapi luckily tadi malam aku sempat konsumsi fatigon, sehingga rasa ini menjadi tak terlalu kentara. Semilir udara pagi teralir dari jendela kamarku dan sela-sela daun pintu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Antapani, @myRoom, 03-feb-2008, 01:00pm<br />
Pagi ini aku terbangun dalam kondisi bingung. Body terasa nyeri dan pegal tersebar dimana-mana. Berasa ringsek seperti sebuah mobil sedan yang baru saja mengalami tabrakan. Tetapi luckily tadi malam aku sempat konsumsi fatigon, sehingga rasa ini menjadi tak terlalu kentara.</p>
<p align="justify">Semilir udara pagi teralir dari jendela kamarku dan sela-sela daun pintu. Mengucap salam kehangatan akan suasana mesra atas terciptanya serangkaian kata-kata. Sebuah keindahan yang sulit kuciptakan. Hanya mampu kuwujudkan dalam alam rasa nan fana.</p>
<p align="justify">Tetapi saat aku basuh diriku dengan air wudlu. Aku sempat teringat akan sebuah diskusi penuh materi dengan salah seorang rekan bernama Fachry. Saat dalam perjalanan pulang kemarin.<br />
<span id="more-120"></span>Saat itu dia sedang mengurai materi sebuah buku &#8216;Kebahagiaan atas Musibah&#8217; (maaf kalau aku salah). Tapi pada intinya dia mengulas serta membahas mengenai semua dosa manusia yang selama ini selalu tak dirasa.</p>
<p align="justify">Dalam alam berpikir kritis, mengais-ngais memori yang penuh dengan roman-roman nan picis. Aku temukan dalih untuk memilih. Karena sejatinya Alloh swt telah mengaruniakan takdir ghairu mubror untuk dapat kita pilih. Secara kemarin aku sempat tak yakin, mampukah kita mengubah takdir? Namun rekanku tak setuju dengan premisku itu. Karena semua sudah ada dalam pena. Dan kita tinggal berdo&#8217;a serta mengharap Alloh swt mengubah rasa salah yang kerap muncul dalam sebuah kondisi negatif yang timbul.</p>
<p align="justify">Dalam kaitan dengan permasalahan perbankan, aku mencoba membuka makna mencari arti. Karena menurut pendapatku, situasi saat ini sudah sangat jelas. Penjajahan kapitalis secara sistematis sudah lama terjadi di negeri ini. Dan salahsatunya adalah BUNGA bank.</p>
<p align="justify">Ketika tiada orang mampu dengan lantang berbicara kesalahan-kesalahan. Ketika semua orang berada dalam ketakutan picis yang tercipta dari paradigma iblis. Akan kucoba dengan lillaahi ta&#8217;ala. Bahwa seorang muslim sejati tak akan tinggal diam melihat saudaranya tersesat cukup dalam. Ketika mereka berada dalam kehampaan asa serta ketakmapanan perekonomian. Dan ketika yang mereka cari hanyalah materi yang tak berisi.</p>
<p align="justify">Secara kritis, disini aku ingin coba teriakkan anti-RIBA. Karena sudah sangat banyak korban berjatuhan. Dalam kaitan mencari materi yang hampa makna. Karena ketika televisi sudah melahirkan banyak generasi tanpa opsi untuk menyeleksi. Televisi sudah senyawa dengan narkotika. Ketika advertorial menjadi sebuah serial. Ketika yang dirasakan, dimakan serta diteriakkan massa hanyalah materi semata. Seperti kelakuan hedonis yang seolah-olah memiliki nilai magis. Membius halus rasa karsa serta menafikkan karunia Tuhan terhadap manusia.</p>
<p align="justify">Mengapa mesti ada kata BUNGA? Mengapa tidak serta merta disebut RIBA?! Apakah terlalu najis untuk memaklumi bahwa itu adalah sistem iblis yang bernama KAPITALIS? Apakah sedemikian bodohnya rakyat kita untuk tahu itu adalah DOSA? Dan sejatinya hal itulah yang sebabkan banyak musibah.</p>
<p align="justify">Kenapa rakyat selalu semangat membeli deposito dengan nilai tinggi? (baca: bunga/profit terbesar). Sementara orang selalu kikir menafkahi rakyat fakir. Dan mengapa promosi materi sangat banyak ditampilkan di layar perak? Sementara hukum skala prioritas bukanlah yang teratas dalam kehidupan kita?</p>
<p align="justify">Mengapa kita selalu mencari materi dalam ranah WANT, dan bukan NEED? Mengapa McDonald dan KFC menjadi simbol gengsi serta status diri? Sementara diluar sana, di kawasan eropa, mereka menganggap makanan yang disajikannya adalah sampah!</p>
<p align="justify">Karenanya kita-kita yang sengaja membelinya, otomatis adalah generasi sampah, pemakan sampah, pengolah serta pemanfaat sampah. Dan hasil akhirnya pun adalah pola pikir serta sikap-sikap sampah! Yang tak tahu diri membuang sampah dimana saja. Disaat banjir tiba, mereka hanya bisa memaki menyumpah serapah gara-gara sampah dan pemerintah. Padahal itu adalah sikap dan fikiran mereka sendiri yang selalu merasa diri V.I.P!</p>
<p align="justify">(Esensinya adalah <em>Manusia akan bersikap seperti apa yang mereka makan! Dan dari cara mereka mendapatkannya!</em>)</p>
<p align="justify">Kembali mengenai BUNGA, aku coba sajikan dalam bentuk demikian. BUNGA adalah RIBA dan RIBA sudah jelas akibatkan DOSA. Dan DOSA yang terkandung dalam Riba mengakibatkan musibah. Hal ini yang mendasari pola fikir untuk coba merenungi, apakah musibah yang kerap terjadi ini adalah karena dosa tak terampunkan oleh Tuhan?</p>
<p align="justify">Terakhir aku melihat musibah banjir di jakarta. Sebegitu banyak air mengalir yang mestinya menjadi anugerah. Aku berfikir, mungkin karena sudah terlalu banyak orang menjadi kikir. Melupakan kesengsaraan saudaranya yang papa.</p>
<p align="justify">Semestinya air adalah simbol kehidupan. Seperti air yang mengalir di gunung godog garut. Atau yang mengalir di komplek budaya karang kamulyan (ciamis). Keduanya dinamakan air cikahuripan. Yang maknanya adalah air itu anugerah.</p>
<p align="justify">Menurutku air itu adalah karunia Alloh swt terbesar. Dan itu bisa merupakan simbol rejeki. Sedemikian banyak serta melimpah ruah rejeki rakyat kita. Tetapi tidak tersucikan oleh keimanan kepada Tuhan. Karena telah banyak melupakan hakikat zakat yang 2,5%. Atau kalaupun tidak dalam keadaan zakat, setidaknya memberi shodaqoh atau infaq. Atau bisa pula karena rejeki diperoleh dari sumber-sumber yang tidak pasti.</p>
<p align="justify">Sungguh sebuah hal yang pasti, dan telah ditetapkan oleh-Nya, ketika sesuatu yang buruk akan tetap buruk. Meski esensi telah ditutupi oleh hal-hal yang &#8216;seolah-olah&#8217; suci. Sama seperti halnya RIBA yang bermetamorfosis menjadi BUNGA (secara amelioratif). Padahal esensinya tetaplah RIBA, dan itu tentunya merupakan DOSA.</p>
<p align="justify">Sehingga ketika kita telah sangat bangga dengan BUNGA. Ketika kita telah lupa bahwa itu adalah RIBA. Dan telah lupa pula akan DOSA. Maka kita tinggal menunggu waktu meniti hari akan datangnya musibah. Apakah musibah tersebut akan kita terima saat ini ataukah nanti (di akhirat)? Walloohu &#8216;alam bissawwab.</p>
<p align="justify">Sesungguhnya Alloh swt telah berjanji, barangsiapa yang masih memunguti keuntungan dari RIBA, maka bersiaplah diperangi oleh Alloh swt serta Rasul-Nya (QS. Al-Baqarah 278-279).</p>
<p align="justify">Renungkanlah..</p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://fauzie.web.id/index.php/2008/02/04/bunga-riba-dosa-musibah/" target="_blank"><img src="http://fauzie.web.id/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://fauzie.web.id/index.php/2008/02/04/bunga-riba-dosa-musibah/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><br/><a href='http://wordpress.org/extend/plugins/mystat/'><img src='http://fauzie.web.id/wp-content/plugins/mystat/images/admin.png' style='vertical-align:middle;' title='myStat statistic for WordPress' border='0' /></a> Unique visitors to post: <b>7</b><br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzie.web.id/index.php/2008/02/04/bunga-riba-dosa-musibah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Gathering &#8211; 1st Meeting of Versacon Medical #2</title>
		<link>http://fauzie.web.id/index.php/2008/02/03/the-gathering-1st-meeting-of-versacon-medical-2/</link>
		<comments>http://fauzie.web.id/index.php/2008/02/03/the-gathering-1st-meeting-of-versacon-medical-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Feb 2008 01:52:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzie.web.id/2008/02/03/the-gathering-1st-meeting-of-versacon-medical-2/</guid>
		<description><![CDATA[Lanjutan dari: Halaman 1 Jum&#8217;at pagi, mentari kota jakarta terbasuh hujan tercipta kenangan. Ketika pagi tersenyum dalam indahnya tangis sang nimbus. Aku berlari menyusuri jalanan yang bagai selokan. Tercium aroma kutukan sumpah serapah. Alih-alih tersenyum bahagia meyakini indahnya takdir illahi. Ketika tiba di kantor, aku coba untuk mencari individu lain. Tapi yang kutemukan hanyalah segelintir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Lanjutan dari: <a href="http://fauzie.web.id/2008/02/03/the-gathering-1st-meeting-of-versacon-medical-1/">Halaman 1</a></p>
<p align="justify">Jum&#8217;at pagi, mentari kota jakarta terbasuh hujan tercipta kenangan. Ketika pagi tersenyum dalam indahnya tangis sang nimbus. Aku berlari menyusuri jalanan yang bagai selokan. Tercium aroma kutukan sumpah serapah. Alih-alih tersenyum bahagia meyakini indahnya takdir illahi.</p>
<p align="justify">Ketika tiba di kantor, aku coba untuk mencari individu lain. Tapi yang kutemukan hanyalah segelintir orang-orang yang sangat berkomitmen untuk on time. Sementara sisanya terrendam dalam hujan terjebak kemacetan.<br />
<span id="more-121"></span>Pagi itu aku engga sempat makan. Dengan asumsi akan kesiangan. Huh! Jadinya aku kelaparan. Tapi luckily aku engga sendirian. Ada seorang yang bersedia menyatakan sebagai kawan. -haha- Padahal aku mah engga disengaja. Hanya kebetulan saja. Coba kalau engga hujan, mungkin aku bisa jajan. Kan di depan kantor banyak yang jualan makanan.</p>
<p align="justify">Setelah menyelesaikan beberapa administrasi serta mengisi waktu dengan silaturrahmi. Tiba saat dimana kita mesti berangkat. Dengan bis berpenumpang k/l 25 orang (plus sopir). Kita cuba menerobos hujan menghindari selokan. Melewati banjir dengan senyum nyinyir.</p>
<p align="justify">Dan memang saat itu kulihat hujan sudah mampu membuat orang mengucap sialan. Padahal hujan itu adalah anugerah yang akan menurunkan barokah serta hikmah bagi orang yang mengerti dan meyakini adanya Illahi. Tetapi itulah manusia-manusia masa kini yang sudah terbiasa menggauli sesuatu yang tak pasti. Memuja kekuatan yang berasal bukan dari Tuhan tetapi setan. Bukannya mengulurkan bantuan malah angkat tangan. Bukannya merenungi malah menyumpahi.</p>
<p align="justify">Detik-detik menyusuri jalanan hujan. Mencoba rehat sejenak di (katanya) KM.26. Bersama rekan dari makassar aku sempat beli beberapa snack serta makanan. Hanya untuk mengganjal rasa lapar. Dan setelah itu kita kembali melanjutkan perjalanan.</p>
<p align="justify">Tiba di Bandung, kita sempat bersantai di Rumah Mode. Meluruskan kaki yang sempat terlipat lama di kursi paling belakang. Setelah shalat, aku memohon ampunan sang Kuasa karena dengan ketakmampuan, aku telah melewatkan saat jum&#8217;at. Saat-saat dimana aku dapat bermesraan dengan indahnya sang Pemilik Maha. Semoga Alloh swt membalas mereka yang menyulitkan, meremehkan, melalaikan serta melupakan keberadaan-Nya.</p>
<p align="justify">Setelah makan kita melanjutkan perjalanan. Dalam kontradiksi yang memungkinkan untuk berujung dalam friksi. Akhirnya bos memutuskan kita untuk melanjutkan ke Garut, sementara dia dan sang pengupah (engga di capitalize yah) melanjutkan ke Gunung Tangkuban Parahu.</p>
<p align="justify">Tiba di Sumber Alam, Garut dalam kondisi cukup sengsara (pegal disana sini). -haha- Yang terlintas hanya satu. Rehat sebanyak-banyaknya. Namun sayang sekali itu tak terjadi. Sebab acara selanjutnya kita dinner, lalu dilanjutkan dengan meeting (lagi) sampe malem. Fwah!</p>
<p align="justify">Dalam meeting malam, kita sempat ada acara penghargaan. Alhamdulillaah, i&#8217;m entitled as Favorited Area Rep. Dan untuk yang lain. Yahh, ada yang (katanya) memang cocok entitled it dan ada pula yang bikin aku sempat mengernyitkan dahi.</p>
<p align="justify">Dalam pernyataan yang tersampai dari beberapa individu. Aku sempat melakukan komparasi dengan memori diri. Apa benar individu itu sesuai dengan entitle yang diberikan kawan dalam acara meeting peuting eta. Tetapi terlepas dari adanya konektivitas antara gelaran dengan ingatan yang ada, basically i dont care lah. Karena itulah politik.</p>
<p align="justify">Namun setelah meeting usai, aku sempat memberi empati, mengucap harap. Bahwa apa yang terurai dalam politik kantor, tiadalah sama dengan apa yang aku rasakan dalam keseharian. Ketika individu tersebut bertugas di daerah yang ku kuasai. Bahwa memang ada individu yang bertugas secara tegas dan professional. Dan memang layak entitled that. Namun ada pula yang hanya melihat individu team dari kesehariannya di kantor. Dan bukan saat bertugas di daerah.</p>
<p align="justify">Tetapi apapun telaah yang kulakukan, takkan mengubah keadaan. Seperti yang kuurai sebelumnya, pena telah mengering dan takdir telah tertulis.</p>
<p align="justify">Malam itu, aku tidur cukup malam. Karena beberapa rekan merasa nyaman bertukar pikiran di halaman ruang kamarku. Sehingga dingin tak lagi menjadi ancaman. Namun aku sesungguhnya menjadi sulit untuk segera menemui sang Pujaan Hati. Ingin segera tersenyum serta memeluk kemesraan dzikir bersama-Nya.</p>
<p align="justify">Dalam selimut uap panas dari sungai cipanas. Akupun akhirnya terlelap dalam kondisi sangat melelahkan. Memimpikan pertemuan dengan-Nya. Ingin segera menyatukan diriku dengan-Nya.</p>
<p align="justify">Pukul 5 shubuh, aku terbangun untuk segera menyatukan hati dengan-Nya. Memberi rasa syukur terindahku atas anugerah barokah yang telah dan akan tercipta untukku.</p>
<p align="justify">Sabtu pagi, aku dan team makan di restoran hotel. Disana aku sempat meminta ijin kepada hatiku untuk dapat menatap sepasang mata yang indah namun bukan untukku. Hanya saja anugerah yang telah Alloh swt berikan untukku, untuk dapat mengagumi namun bukan menzinahi dia, telah melampaui batas-batas kedok serta topeng yang dia berikan untukku dan semuanya.</p>
<p align="justify">Subhanallaah! Maha Suci Alloh swt atas semua penciptaan makhluk dan mengaruniakan rasa keindahan dapat terpercik dalam hati. Terungkap dari goresan-goresan halus rambutnya. Dari cara dia menatap dan memberikan semburat keindahan seorang makhluk keturunan Hawa.</p>
<p align="justify">Terlepas dari seindahnya dia, makhluk tetaplah makhluk. Tiada sesempurna sang Kuasa. Maka aku palingkan wajahku, dan kucuri sekilas bayang keindahannya. Cukup untuk kukagumi, bukan untuk kunikmati. Cukup untuk kujadikan bukti rasa sayang sang Kuasa kepadaku.</p>
<p align="justify">Waktu berlalu sedemikian cepat, mengurai menapaki hari ini. Setelah menjalani extreme games yang melelahkan badan. Aku basuh peluh diriku dengan hangatnya air cipanas. Kucoba menikmati semua kisah Cintaku ini bersama-Nya. Betapa semua telah membutakan duniawi ini. Menyemburatkan kenangan indah berkesan yang sulit terlupakan. Meyakini hanya satu Illahi yang miliki jiwa ini.</p>
<p align="justify">Lepas dari acara pengepakan barang. Terakhir aku berkumpul dalam sebuah ruangan bersama sang pengupah (kembali aku tekankan, no capitalize). Dan dalam short briefing yang memusingkan, aku menemukan diriku terkantuk-kantuk dalam teori yang itu-itu saja. Dalam sebuah roti basi yang isinya hanya teri. Instead of making a new management strategies, malah menyantap kebasian yang sejatinya adalah racun perusahaan. (inspired by book, &#8216;Inovasi atau Mati&#8217; &#8211; Mr. Gde Prama &#8216;Resi Management&#8217;)</p>
<p align="justify">Tetapi lagi-lagi aku menyaksikan diriku tenggelam kembali dalam segala ketakmampuan. Dalam kondisi impotensi diri terhadap serigala-serigala berbulu domba yang mengurungku dalam satu kerangka pola berfikir. Alih-alih bukannya Inovasi atau Mati, malah Imitasi atau Mati! -tehehehe-</p>
<p align="justify">Akhirnya setelah last-lunch, aku dan team akhirnya pulang. Kembali ke habitat asal, penangkaran di daerah masing-masing. (buaya?) Dengan rasa pegal serta lelah yang telah kurang ajar merasuki tubuh kasarku ini. Aku coba saja tersenyum dengan nyinyir, bahwa acara telah usai dan paradigma tetap dikuasai oleh sang pengupah.</p>
<p align="justify">And inilah diriku, menulisi hari menguak kenangan tanpa ujung kepastian. Karena aku tahu kesejatian hanya milik-Nya. Dan aku tak memiliki kesempurnaan untuk meraihnya sedikitpun. Semoga saja dalam tahun ini, aku dapat menemukan sepercik cahaya serta seonggok berlian yang dapat membawaku ke keimanan sesempurnanya seorang makhluk.</p>
<p align="justify">Well, that&#8217;s all folks! Thanks for reading..</p>
<p align="justify">Finished: <em>Bandung, 3-February-2008, 02:00am</em></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://fauzie.web.id/index.php/2008/02/03/the-gathering-1st-meeting-of-versacon-medical-2/" target="_blank"><img src="http://fauzie.web.id/wp-content/plugins/add-to-facebook-plugin/facebook_share_icon.gif" alt="Share on Facebook" title="Share on Facebook" /></a><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://fauzie.web.id/index.php/2008/02/03/the-gathering-1st-meeting-of-versacon-medical-2/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p><br/><a href='http://wordpress.org/extend/plugins/mystat/'><img src='http://fauzie.web.id/wp-content/plugins/mystat/images/admin.png' style='vertical-align:middle;' title='myStat statistic for WordPress' border='0' /></a> Unique visitors to post: <b>0</b><br/><br/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzie.web.id/index.php/2008/02/03/the-gathering-1st-meeting-of-versacon-medical-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	<img style='margin:0;padding:0;border:0;' width='1px' height='1px' src="http://fauzie.web.id/wp-content/plugins/mystat/mystat.php?act=time_load&id=45934&rnd=1495474166" /></channel>
</rss>
