Future Is Today

Nyumput Buni Dinu Ca'ang, Nya'angan Dinu Poek..

ngeRap argh!

Antapani, @myRoom, 17-November-2008, 01:11am
{ Backsong: Bondan feat Fade 2 bLack – Kau Puisi.mp3 } ( Hint: baca sambil nge-Rap )

Dear Chlea,
Hari ini Bandung ujan terus dear. S’akan iringi keindahan yang telah terjadi. Hari ini, seorang kawan baru saja m’Langsungkan pernikahan. S’buah keindahan, yang mampu titikkan setetes k’bahagiaan. S’buah alur kehidupan telah rapi tersimpan, mengisi s’mua sisi di ruang sunyi. Semaikan wangi parfum dalam indahnya sebuah senyum.

Kamu tahu ga dear, sejuta rasa t’Lah tercipta, dalam indahnya nuansa ruang rasa. Membawa jiwa, mengembara ke pesanggrahan sang Pemilik Cinta. Semaikan ratusan bunga, yang telah lama terendap lara. Buahi, penatnya diri, yang t’Lah lama arungi hidup ini. Tahu ga dear, semakin aku ragu, semakin aku rasakan jiwaku menyatu, dengan lambang-lambang metafosilmu. Tak mengerti, seolah diriku ini, hanyalah makhluk yang mesti takluk, terhadap nafsu-nafsu buruk yang merasuk.

Sementara, sebuah nikmat terasa nyata, dalam syair pujangga-pujangga Cinta. Bawaku pergi, dalam hidupku yang sementara ini. Akankah semua kembali, dalam Journalku ini? Dapatkah kutuliskan kembali, semua kisah-kisah indah ini? Maukah kau bacakan, journal-journal ini dalam kenangan? Kala sepi t’Lah lama menghampiri, atau Sang Maut t’Lah siap mencabut?

Dear Pramestiku,
Aku kangen kamu dear. Degupan t’Lah rasuki badan, saat hujan, tumpahkan semua kenangan. Ubah s’mua visi dalam hidupku ini. Gauli, sedikit ruang informasi, tentang s’mua kisah dihati. Rasa nyaman tak kuasa ku redam. Singkat hidup tak mampu kututup. Dalam lembar singkat journal hariku yang terendap lelap.

Akankah, kau lengkapi lagi, bait-bait sunyi dalam suasana ceria? Dalam tawa, dan renyahnya diskusi kita?
Dapatkah, kau sajikan s’mua kisah, sempurna dalam kesan penuh Cinta? Saat galau sulit untuk kuhalau. Saat bingung tak sanggup untuk kubendung.

I’m gonna miss our conversations. Our chat in time, while we’re drunks by wine. Try to swing the moment, by the sing of your comment. Let’s dance in the fence, while we’re still in friends. Universe (perhaps) could understand, why we can’t be a band.

Perbedaan persepsi, t’Lah menjadi ciri, kasih sayang kita yang sejati. Tak bisa terganti, meski hari t’Lah menjadi sunyi. Dalam kelam masalalu, kita kan selalu, ungkapkan semua hal yang baru. Luapkan emosi di jiwa, dalam kisah Cinta kita yang kan s’lalu membara.

Trims dear, t’Lah baca journalku ini. Semata, hanya inginku ungkap s’mua rasa. Rasa hebat, yang berkarat dalam jiwaku yang sekarat. Tanpa mau, kulaju sang waktu, ‘tuk temukan titik indah dirimu. Hanya bisa, kujampa s’mua doa-doa. Untuk kita, segera bersatu, dalam indahnya alunan sebuah lagu. S’moga Tuhan, segera satukan, s’mua keinginan dan perbedaan. Dalam indah, heningnya malam demi malam seusai hujan.
Wassalaam…

ps: thousand sorry tulisan ini dah lama kubuadh, tapi baru kuposting skarang.. ;)


Unique visitors to post: 0

Categories: Journal

Switch to our mobile site