Future is Today
Bandungsche, @MyRoom, Sepulang dari Kubus DAGO,
The theme for now is the Future is Today. Which mean is masa depan kita adalah hari ini. Jadi apa-apa yang kita lakuin saat ini adalah untuk masa depan kita. And for rekans yang SELALU ngerasa bahwa apa-apa yang saat ini rekans lakukan TIDAK akan berakibat pada masa depan rekans.. Dengan ini saya menyatakan secara resmi bahwa pemahaman itu adalah KELIRU!
Coz, like i said before. Jangan pernah merasa bahwa apa-apa yang kamu kerjakan sekarang, saat ini, detik ini TIDAK ada artinya and engga akan ngaruh ke masa depan kamu.
Seperti halnya waktu saya ngedosenin pada suatu Minggu. Ada suatu kejadian yang melekat erat di otak history saya. Ceritanya gineh:
Ketika itu saya gie ngebahas tentang Analisis Kelayakan Usaha. Truz, ada salah seorang mahasiswa saya yang menguap hingga kedenger sekelas. Gara-gara itu banyak mahasiswa laennya pada cengengesan. Buat ngeredam kelas supaya engga lebih chaos, saya tanya ma si mahasiswa (saya engga bakal nulis namanya disini). “Kalo ngantuk, silahkan berwudlu dulu di kamar kecil..”
Dia ngejawab, “Ah engga pak, cuma saya bingung aja. Apa ilmu yang bapak ajarkan tuwh bakal saya praktekkan nanti di dunia kerja?”
Saya jawab, “Of course laah. Apa yang saudara pelajari sekarang akan saudara praktekkan suatu saat nanti.”
Dia nanya lagi, “Soalnya dari kemaren kita ngebahas yang saya kira lebih ke arah fiktif.”
Saya jawab, “No, .. buat saya, nilai saudara-saudara adalah tidak perlu. Karena yang menentukan saudara bernilai atau tidak dalam kehidupan bukanlah GRADE A-B-C atau D. Tetapi apakah saudara akan sukses atau gagal dalam berjuang serta bersaing bersama ribuan lulusan yang seangkatan dengan saudara? Serta bisakah saudara survive ditengah hebatnya persaingan tersebut?”
Si mahasiswa terdiam.
Saya melanjutkan ucapan, “Hal yang sama pernah ada dalam pikiran saya, ketika saya seusia kamu. Serasa apa-apa yang saya lakukan dan yang saya pelajari saat itu adalah Bullshit semata.”
Class terdiam. Semua mata menatap tajam.. Unlike pas saya gie ngejelasin materi..
“Tapi you know, saking sebalnya dengan yang namanya kuliah. Saya memutuskan berenti kuliah, karena saya udah keilangan semangat. And ortu saya marah besar dengan saya. Karena menganggap saya akan menjadi sebuah Produk Gagal dalam kehidupan mereka. Sampe bapak saya seolah-olah engga lagi menganggap saya anaknya. Tetapi saya engga menyerah. Dengan tekad yang keras. Serta doa dari ibu saya, saya mencoba melamar kerja. And Alhamdulillah, saya berhasil lolos seleksi di sebuah perusahaan distribusi Farmasi dengan jabatan Sales Alat Kesehatan Yunior I. Saya ingin buktikan pada mereka bahwa saya bisa berhasil atas usaha saya, TANPA saya mesti mengenyam perkuliahan..”, Jelas saya.
“Tetapi the point is, .. berapa laki-laki yang seberuntung saya di angkatan saya? Kebanyakan mereka masih mengenyam perkuliahan. Sementara saya sudah belajar untuk melatih selling skill saya. Dan, akhirnya saya menyadari bahwa perkuliahan itu penting, untuk membina mental saya. Serta membina knowledge saya. Saudara melihat saya berdiri di depan saudara, menjelaskan ini semua. Padahal usia kita hanya terpaut beberapa tahun saja.”
“Akhirnya saya menyadari kekeliruan saya. Bahwa saya mesti highly educated untuk dapat bersaing dengan rekan-rekan saya yang seangkatan dengan saya. Oleh sebab itu saya pun mengambil perkuliahan. Tetapi unlike you all, saya mengambil kelas karyawan.”
“Kesimpulan saya, tidak ada sesuatupun yang saudara pelajari saat ini yang bakalan sia-sia di masa yang akan datang. Meski saat ini saudara masih belum mengerti peng-aplikasian ilmu-ilmu ini. Percayalah..”
Unique visitors to post: 0









